Edisi 26 September 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Rasa NusantaraResep

Resep nasi goreng kampung: nasi dingin, cabai ulek, dan kerupuk

Pakai nasi sisa kemarin, itu kuncinya.

Libur sekolah adalah waktu yang pas mengajari anak masak sesuatu yang benar-benar akan mereka pakai seumur hidup, dan nasi goreng adalah kandidat terbaik. Versi kampung ini tidak memakai kecap banyak, tidak memakai saus botolan, hanya bumbu ulek dan nasi dingin yang benar.

Bahan untuk dua piring: tiga piring nasi putih yang sudah dingin, sebaiknya nasi sisa semalam yang disimpan di lemari es, karena nasi hangat akan lembek saat digoreng. Bumbu yang diulek kasar: empat siung bawang merah, dua siung bawang putih, tiga buah cabai merah keriting, cabai rawit sesuai selera, dan setengah sendok teh terasi bakar. Pelengkapnya dua butir telur, sedikit kecap manis, garam, dan minyak goreng. Kalau ada, tambahkan irisan daun bawang, sayur sawi, atau suwiran ayam sisa.

Baca juga: Resep telur balado: bumbu merah yang tidak harus pedas sekali

Panaskan minyak secukupnya di wajan dengan api besar. Tumis bumbu ulek sampai harum dan terasinya tidak lagi berbau mentah. Geser bumbu ke pinggir, pecahkan telur di tengah wajan, orak-arik sampai setengah matang, lalu campur dengan bumbu. Masukkan nasi, tekan-tekan dengan spatula agar gumpalannya pecah, dan aduk cepat sampai semua butir terbalut merah.

Tambahkan garam dan sedikit kecap manis, hanya untuk warna dan rasa yang samar, bukan sampai manis. Aduk terus di api besar sampai nasi sedikit kering dan ada bagian yang agak gosong di dasar wajan. Bagian gosong kecil itu yang membedakan nasi goreng kampung dari nasi goreng restoran.

Sajikan dengan telur ceplok, irisan mentimun dan tomat, bawang goreng, dan kerupuk yang banyak. Makan selagi panas, lebih enak lagi kalau dimakan di teras.

BB
Bella BudimanBella adalah salah satu penulis awal kami yang menulis sembilan artikel pada 2022 dan 2023, sebagian besar tentang jajanan sekolah yang mulai menghilang. Ia berhenti menulis setelah pindah ke luar negeri dan meninggalkan satu toples kerupuk di meja redaksi yang tidak pernah kami buang.
Dapatkan tulisan baru Rasa Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.