Edisi 26 September 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Rasa NusantaraJalan-jalan

Perut aman di perjalanan: kebiasaan kecil untuk makan di tempat baru tanpa jatuh sakit

Bukan soal menghindari kaki lima, melainkan soal air, es, tangan, dan ritme makan yang berubah.

Hampir setiap orang yang bepergian jauh di Indonesia pernah mengalami satu hari yang dihabiskan dekat kamar mandi. Penyebabnya jarang sedramatis yang dibayangkan. Lebih sering soal air, es, tangan, dan tubuh yang kaget dengan jadwal makan yang berubah. Kabar baiknya, sebagian besar bisa dihindari tanpa harus menjauhi makanan lokal, yang justru menjadi alasan utama bepergian.

Air, es, dan tangan

Baca juga: Mengitari Danau Toba lewat Samosir: feri dari Parapat, jalan lingkar pulau, dan desa-desa yang menghadap air

Air keran di Indonesia umumnya tidak diminum langsung, termasuk oleh penduduk setempat. Minumlah air kemasan bersegel atau air yang sudah direbus, dan pakai air itu juga untuk menyikat gigi di tempat yang sanitasinya meragukan. Es adalah wilayah abu-abu: es batu kristal berbentuk tabung berlubang di tengah biasanya berasal dari pabrik es, sementara es balok yang dipecah di tempat lebih berisiko. Kalau ragu, pesan minuman tanpa es atau minuman panas.

Tangan adalah jalur paling umum. Cuci tangan atau pakai pembersih tangan sebelum makan, terutama setelah memegang uang, pegangan angkutan umum, dan daftar menu warung. Makan dengan tangan kanan, sebagaimana kebiasaan setempat, dan simpan tangan kiri untuk memegang gelas.

Memilih warung dan menjaga ritme

Tanda warung yang aman sederhana: ramai pembeli, makanan habis dan dimasak ulang berkali-kali dalam sehari, dan lauk yang panas saat disajikan. Makanan yang matang sempurna dan masih panas jauh lebih aman daripada makanan yang sudah berjam-jam di suhu ruang, apa pun bentuk tempatnya. Lalapan mentah dan buah yang sudah dipotong adalah bagian yang paling layak dilewatkan di hari-hari pertama; buah yang dikupas sendiri hampir selalu aman.

Tubuh juga perlu waktu. Jangan mencoba lima jenis makanan pedas di hari pertama tiba; naikkan bertahap. Minum lebih banyak dari biasanya karena udara panas membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat daripada yang terasa. Perbanyak sayur matang dan buah berkulit untuk mengimbangi gorengan yang mudah ditemui di mana-mana.

Bawalah oralit bubuk dan obat diare yang biasa dipakai sebagai cadangan, bukan sebagai rencana. Kalau sakit tetap datang, beristirahat satu hari, minum banyak, makan bubur atau nasi dengan kuah bening, dan jangan memaksakan jadwal. Sebagian besar gangguan perut perjalanan berlalu sendiri, dan hari setelahnya makanan lokal akan terasa lebih enak daripada sebelumnya, karena sudah tahu cara menikmatinya dengan hati-hati.

MS
Mega SuryaniMega mendirikan Rasa Nusantara pada 2022 dan menulis enam belas artikel hingga 2025, dimulai dari kisah sambal di dapur neneknya. Ia berhenti menulis untuk mengurus kebun rempah keluarga, tetapi masih mencicipi setiap resep baru yang kami kirimkan kepadanya.
Dapatkan tulisan baru Rasa Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.